Kisah Si Ahli Bid’ah
Aku adalah si ahli Bid’ah
Aku adalah muslim yang suka mengada-ngadakan peribadatan
Aku adalah muslim yang merasa lebih pintar dari Rasulullah
Begitulah yang sering dikatakan sebagian teman-teman muslimku.
Dan orang seperti aku adalah di neraka kata mereka.
Aku dilahirkan dalam keadaan amnesia. Tidak mengenal siapa-siapa.
Aku diperkenalkan kepada Islam oleh orangtuaku, guruku, dan teman-temanku
Aku lebih dahulu mengenal Islam daripada mengenal Allah.
Setiap peribadatan yang aku lakukan berlandaskan ancaman akan neraka dan akan dibalas dengan kenikmatan surga
Aku sering paranoid dan waswas
Apakah aku termasuk yang selamat
Setiap hari aku beribadah untuk aku tukar dengan surga
Aku baca Allahuma Ajirnaminannarr supaya tidak dibakar api neraka
Sering aku berganti pengajian karena semua memberikan dalil kebenaran
Mana yang sanggup memberi ancaman yang paling mengerikan itulah yang aku ikuti
Semua mengaku yang dipilih sedang kelompok lainnya sesat.
Semua mengatakan satu-satunya dari yang 73
Aku mulai bingung, aku mulai goyah
Ribuan zikir, doa, dan quran aku baca
Bukan semakin tenang namun semakin tertekan
Ya Allah aku ingin menggapaiMu, namun mengapa begini berat
Jalan keselamatan satu-satunya adalah mengikuti Rasulullah Muhammad
Lahir atau batin? Kedua-duanya
Aku baca sirah, aku baca kitab fiqih
Duhai beratnya……..
Mengikuti semampunya dibacakan ayat : Masukilah Islam secara kaffah, Islam telah sempurna…, setiap yang diada-adakan adalah bid’ah…..duhai karena inikah banyak yang lari dari Islam.
Bagaimana aku lepas dari itu, dengan kefakiran dan keterbatasanku
Aku berbicara bahasa bukan Arab, aku sholat di atas sejadah bukan di atas tanah, aku cenderung mencari sholat jumat berbahasa Indonesia bukan Arab, aku terkadang sholat Jumat di aula, lapangan parkir. Aku menyimpan kelebihan hartaku di Bank untuk menjaga masa depanku daripada menyerahkan sepenuhnya kepada Allah, aku naik motor, naik mobil, naik pesawat. Aku lebih suka menenangkan diri dengan rekreasi daripada memperbanyak sholat malam dan zikir. Karena memang zikir dan sholatku hanya sarana transaksi kepadaMu, tidak ada kerinduan untuk bertemu denganNya, aku tidak berpoligami meski mampu, aku sholat tarawih di mesjid bukan di rumah, aku memakai jins bukan jubah, aku bekerja di kantor, aku menerima upah, aku pergi sekolah dan menyekolahkan anakku……dan sederetan kelakuan bid’ah yang lain. Ketika aku tanya kepada ulama A maka ia mengatakan ini boleh, saat aku konfirmasi kepada ulama B maka ia mengatakan itu haram. Semua menggunakan dalil semua menggunakan ayat…Aku semakin tenggelam dalam kebingungan ….untunglah Allah engkau tidak seperti mereka….
Engkau diam saat aku bermaksiat.. ..
Engkau sangat sabar saat aku menyimpang.. .
Engkau tidak menuduhku meski aku hianat….
Engkau bimbing aku dengan sholat dan zikir meski kemalasan melanda…..
Engkau berikan aku ketenangan dengan ayat-ayatMu
Ya Allah ampuni ahli Bid’ah ini, yang melaksanakan kurang dari 0,00001 % perilaku NabiMu yang mulia. Engkau amanatkan aku sesuatu yang berat, dan aku tidak dapat berbuat seperti saudara-saudaraku itu, karena seperti kata mereka aku telah dijerat oleh hawa nafsu. Aku hanya dapat berserah, aku serahkan kepadaMu, aku lelah, aku lemah, aku tak berdaya……
Wahai teman-temanku, doakanlah saudaramu yang tersesat ini, supaya dibukakan pintu hidayah, dan dikembalikan ke jalan lurus yang benar, doakan aku supaya dapat bertemu Allah sepanjang hidupnya, karena doa yang aku butuhkan darimu lebih dari sekedar kata-kata.
