:: topengdigital ::

December 2, 2007

Si Abid Yang Merasa Tak Puas dengan Tuhan yang Abstrak

Filed under: Qolbu

dicopy dari milis dzikir

Assalamu’alaikum warochmatullohi wabarokatuhu’

Si Abid yg merasa tdk puas dengan Tuhan yg abstrak, gaib yg tak terlihat. Ia ingin melihatnya. Melihat-Nya dalam dunia yg nyata ini sebagai kenyataan yang tunggal. Maka ia mendatangi para guru, ulama, pemikir. Ia mendatangi setiap orang yg berbicara ttg Tuhan. Pertanyaannya selalu sama, “Apakah Anda sudah melihat Tuhan”. Banyak jawaban yg diperolehnya namun tak satupun yang membuatnya puas. Kemudian pada suatu sore ia mendatangi si Pak Guru, beliau tinggal di DESA yang terpencil. Si Abid mendatangi beliau dan bertanya “Apakah guru sudah melihat Tuhan”. Pak Guru menjawab “Mari kita duduk dulu Nak minum air kemudian kita akan membahas pertanyaanmu” . Si Abid menjawab “Cukup guru, terima kasih”. Sambil pergi keluar. Pak Guru bingung, ia tidak memahami maksud Abid. Bagi Abid jawaban sang guru cukup jelas, Pak Guru masih terjebak dlm permainan kata dan pikiran. Ia menghormati beliau tapi ia menginginkan jawaban yg tegas ya atau tidak. Pernah melihat Tuhan atau tidak.
Kemudian pada suatu sore seorang teman mengajak dia untuk ketemu dgn Pak Tua, seorang petani di desa yang terpencil dianggap eksentrik, bahkan sedikit “gila alias tdk waras”.

Pak Tua bukanlah seorang alim atau ulama ahli. Kaum Alim, ulama ada dimana-mana, mereka adalah yg menutup pintu itihijad bagimu, mereka tidak menginginkan kamu berpikir dan menemukan arti sendiri kitab suci. Mereka yg hendak memonopoli urusan pemahaman. Sehingga umat dapat dibohongi,ditipu. Dan akan memaksa untuk menerima pemahaman yang menguntungkan mereka. Kaum Alim adalah para cendikiawan yang arogan, para dosen dan rektor gila kekuasaan. Para pendidik dan pengajar yg mementingkan kantong mereka aja. Kaum Alim ulama ini yg selalu menolak para pencari Hikmah. Mereka adalah pemuja aksara. Devosi mereka terhadap kata2 belaka. Mereka memahami kitab suci secara harfiah. Mereka memahami kata sbg kata tapi tdk memahami esensinya. Mereka masih berdebat ttg apa yg tersurat. Mereka masih sibuk dlm perdebatan, maka janganlah mengharapkan pemahaman mereka atas apa yg tersirat.

Pak Tuapun menolak kaum alim, para ulama para ahli kitab. Pak Tua pernah diprotes karena selama berhari-hari dia tidak berdoa. Pak Tua menjawab “Doa harus keluar dari hati, kadang2 hatiku tdk ingin berdoa. Aku hanya ingin menatap wajah Tuhan. Tuhan pun tdk keberatan. Tuhan dapat memahami keadaanku. Tuhan tidak pernah mengeluh. Waktu aku kecil dan tidak ingin melakukan sesuatu, akan kukatakan pada ibuku, dan ia pun memahaminya. Demikian juga dengan Tuhan. Dia pun memahamiku. Apa kesulitanku. ”
Bagi Pak Tua doa itu sifatnya pribadi. Hubungan antara panembah dan yang disembahnya. Cara dan waktu berdoa pun urusan pribadi si panembah. Tak seorang pun berhak mencampurinya. Ya Pak Tua memang udah terlepas dari dogma, akidah doktrin yg masih berlaku bagi kita.

Sore itu Si Abid berhadapan dgn Pak Tua. Dia pun mengajukan pertanyaan yg sama “Apakah Pak Tua sudah melihat Tuhan”. Pak Tua menjawab, “Ya sudah pernah, bahkan setiap saat aku melihat wajah Nya, aku melihat wajahnya dengan jelas sekali sama seperti aku melihat wajahmu saat ini “.

Si Abid jiwanya tergunjang mendengar jawaban tsb. Ia tidak mengharapkan jawaban setegas itu. Ia sudah tidak mengharap ada orang yang dapat menjawab “ya” pertanyaannya. Dalam hati kecilnya ia berpikir bukankah jawaban ini yang kutunggu selama ini. Namun ketika jawaban itu diperolehnya dia pun terkejut. Setelah itu dia pun menundukkan kepalanya. Ia sadar bahwa yang dihadapinya bukanlah Pak Tua biasa bukanlah para ahli kitab. Ia sedang menghadapi manusia Allah. Seorang Tua yang sudah melihat tidak hanya mendengar suara-Nya. Pak Tua adalah seorang saksi dan hanya seorang saksi yg bisa menjawab seperti itu. Ya pak Tua telah melihat wajah Tuhan, pak Tua sedang melihat Tuhan. Pak Tua melihatnya setiap saat. Sejelas kulihat wajahmu. Sejelas itu pula kulihat wajah-Nya.sekedar untuk mengerenyitkan dahi kita.

Salam, semoga kita selalu dalam lindungan Nya.

kadis_ btg






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer