:: topengdigital ::

June 4, 2009

Password Recovery Bundle

Filed under: tutorial

Password bundle

Ini adalah kisah nyata yaitu sebuah tugas berat buatku karena ditugasi mengambil data oleh boss di komputer teman sekerja, kebetulan teman tersebut cuti 3 hari, untung password komputer temanku tadi sudah aku peroleh dari siboss ( dengan tanya via telphone ).Namun yang membuatku berfikir keras adalah data yang dicari tidak disimpan di komputer melainkan di email dan gilanya aku ditugasi mencari tahu apa alamat emailnya dan passwordnya ? karena si empunya email tidak mau memberikan password email.. cepex..dech…

Bagaimana cara yang cepat dan bagus untuk mengetahui email dan passwordnya…! Lah wong aku tidak pernah install keylogger atau software spy lainnya….Termenung sejenak dan akhirnya aku coba cari recovery password ie …Jreng..jreng…setelah check dan download di http://rapidshare.com/files/240259966/Password_Recovery_Bundle.rar…….aku menemukan software ampuh untuk melihat password ie..langsung saja aku install password recovery bundle
dan coba dengan cara klik tombol start recovery

Password bundle2

Hasilnya sungguh diluar dugaan..he..hee..jadi anda harus hati hati jika hobby browsing memakai IE karena dengan mudah password bisa di recovery dengan mudah…

Password bundle3

Akhirnya apa yang terjadi saya copy semua data penting yang tersimpan di emailnya tanpa ketahuan…kek..kek..kek dan aku baru tahu kalo temanku ternyata memakai gmail…

salam

topengdigital

February 25, 2009

Menghapus File yang sama Disemua Folder dengan Perintah CMD ( DOS )

Filed under: tutorial

Biasanya jika ada virus yang menduplikasikan dirinya kesemua folder dengan nama file yang sama semacam folder.htt, desktop.ini atau virus lainnya yang letaknya di dalam folder ataupun subfolder yang mempersulit kita untuk menghapus semuanya secara serempak…!!, mungkin anda bisa menggunakan search tapi kadang cara ini kurang efektif disebabkan menu search juga diblok oleh virus atau menu search bisa tapi deletenya menggunakan ctrl + A + del tidak bisa sempurna hasilnya.
Bagaimana jika mendelete filenya menggunakan perintah dos, dengan cara ..buka Start > Run > CMD enter
cmdrun
Setelah itu ketik cd\ enter atau lebih jelasnya lihat gambar
cmdrun2
Dalam gambar diatas , file yang didelete adalah desktop.ini , maksud dari
C:\>Del Desktop.ini /s adalah menghapus semua file di drive C: yang bernama Desktop.ini , jika yang dihapus adalah drive D juga sama perintahnya D\>Del Desktop.ini /s , jika saya tambah syntax /ah /f digunakan karena file tersebut memakai attrib RSHA untuk lebih jelasnya tentang attrib bisa anda buka di help

Salam

Topengdigital

September 8, 2008

Update Antivirus AVG versi 8 secara Offline

Filed under: tutorial

updateavg
Bagaimana Cara Update antivirus avg versi 8 ? ini pertanyaan yang sering terlontar saat bertemu dengan teman-temanku ( secara offline ), karena sangat banyak yang tanya tapi jika dijelaskan tidak mudheng-mudheng. Akhirnya kubuatkan saja tutorialnya, hal ini tidak berlaku jika di komputer anda mempunyai koneksi internet sebab avg akan auto update. jadi tutorial ini memang aku buatkan untuk teman-teman yang masih belum tahu cara update avg 8 secara manual, untuk lebih jelasnya bisa anda download filenya disini ( Tutorial Update AVG ) dalam bentuk pdf

Salam

Topengdigital

August 21, 2008

Unpack ASPACK 2.12 menggunakan PeiD 0.94

Filed under: tutorial

peid1
gbr.1

kali ini kita akan coba buka program vb buatanku sendiri yang tidak ada isinya,cuman template saja, yang aku beri nama test aja.exe, yang sengaja aku pack memakai aspack 2.12, ketika aku buka menggunakan vb decompiler, jika pembungkus file exenya aku gunakan UPX, maka secara otomatis vb decompiler bisa membongkar namun jika memakai aspack, vb decompiler tidak mengenali.Jadi terpaksa kita gunakan PeiD v0.94, untuk membongkarnya.

Caranya, browse tekan tanda button ( … ) yang ada di sebelah kanan File, cari lokasi file yang dibungkus menggunakan aspack 2.12, kebetulan contohnya file yang menjadi kelinci percobaan adalah test aja.exe
peid2
gbr 2
lantas tekan tanda -> cari di plugin > PEID Generic Upacker
peid3
gbr3
akan muncul gambar diatas tekan lagi tanda -> yang ada di sebelah kanan OEP Detected, lantas tekan Unpack
peid4
gbr 4
tekan yes
peid5
gbr 5
cari nama
peid6
gbr 6
Namun dibalik kerumitan PeiD, ada juga yang mudah loh yaitu memakai AspackDie 1.41 dan stripper atau jika anda tertarik untuk download peralatan tempur ( Cracker kit ) bisa anda download di sini ( tapi Ingat program antivirus anda akan mengenali sebagian program sebagai virus/worm )

Salam

topengdigital

August 11, 2008

RDG Packer Detector v0.6.5

Filed under: tutorial

RDG Packer detector adalah program yang masih versi beta yang digunakan untuk membongkar file exe yang dibungkus ( pack ) menggunakan program semacam UPX,FSG,NEW,winUpack atau lainnya
rdg1
gbr.1

Lantas bagaimana sih cara menggunakannya ? sebagai bahan uji coba kita kali ini adalah program buatan anak negeri yang bernama Folder lock Password Recovery v2 buatan LucuBRB@KocokJaya Team
Langkah awal kita harus download programnya dulu disini, lantas kita jalankan RDG Packer Detector v0.6.5 dengan cara tekan Abrir
rdg2
gbr.2
cari letak FLRPv2.exe klik open, setelah itu tekan detector,
rdg3
gbr.3

saya kurang paham dengan PESpin v1.304 apa ini nama program pembungkus ( pack ) dari FLPRv2.exe, saya coba iseng klik M-B kemudian tekan Detectar
rdg4
gbr.4

hasilnya Muncul program pembungkusnya ( pack ) bernama FSG v1.2

Langkah selanjutnya tinggal kita mencari Unpacked FSG , kebetulan saya mempunyai program RL!dePacker
rdg5
gbr.5

untuk membongkar ( unpack ), tinggal kita browse, cari FLPRv2.exe lantas tekan Unpack
rdg6
gbr.6

lihat hasilnya meski tertulis file cannot unpacked tapi coba anda cari di mana FLPRv2.exe disimpan/dibuka, cari nama unpacked.exe, meski file tersebut tidak bisa dijalankan secara normal, namun dengan bantuan hex editor atau
vbdecompiler lite file tersebut dengan mudah dapat dilihat source codenya ( namun bagi anda yang mengerti vb source )

Ket : VB Decompiler digunakan jika program yang di packer dibuat menggunakan visual basic..

Download RDG packer disini

salam juga untuk mas didit dipasuruan

Salam

TopengDigital

July 25, 2008

Membongkar File exe buatan VisualBasic dengan VB Decompiler lite

Filed under: tutorial

Seperti Janji saya Kemarin, untuk melihat Source code program yang dibuat oleh visual basic, peralatan tempur yang harus kita punya adalah VB Decompiler lite yang bisa anda download disini.

Fungsi dari vb decompiler lite adalah untuk melihat source code vb, bagi anda yang ingin tahu bagaimana para analys virus atau worm buatan lokal yang paling banyak menggunakan vb sebagai alat peternak virus. Inilah solusinya, meski worm sekarang juga banyak yang bermunculan menggunakan delphi ataupun bahasa lainnya…?

Sebagai Kelinci percobaan kita kali ini adalah virus beneran, yang aku peroleh dari internet…namun lupa detailnya aku download dari mana, nama virusnya juga tidak tahu yang jelas kalo kita sudah jalankan dikomputer kita maka drive c akan dipenuhi file exe yang bericon folder dengan kapasitas 120 kb dan menonaktifkan folder option,cmd,taskmanager,regedit dan fasilitas security lainnya, hal ini disebabkan pembuatanya tidak mau virusnya didelete. Saya tidak akan membahas secara detail prinsip kerja virus ini ataupun cara mematikannya..sebab sudah banyak ahlinya. Yang saya bahas adalah fungsi sebagian dari software vb decompiler lite, yang bisa dengan mudah membongkar source code program buatan vb.

Langkahnya standart kita buka VB Decompiler lite,setelah itu File Open VB Program, jika sudah tekan Decompile, tunggu loadingnya sampai selesai, jika sudah selesai akan tampak pada gambar dibawa ini

infodecompiler

selanjutnya kita tekan ok, maka akan tampak source code dibawa ini tinggal kita check one by one sampai anda “tertidur” disebabkan tidak tahu atau males analisa…he..hee

vbdecompiler
Begitu saja ya infonya….
Apa belum Puas…!…yaaa…
Pokoknya jika anda pernah baca tentang registry pastilah anda dengan mudah memahaminya..contoh diatas LegalNoticeCaption dan LegalNoticeText, letak registrynya di ….Winlogon Apa coba ?

Met beranalisa ya…ok, jika ingin mendownload vb decompiler full disini

Salam

Topengdigital

July 23, 2008

Membuka File exe yang diencrypt UPX

Filed under: tutorial

Untuk Kelinci percobaan kita kali ini,akan kita bongkar file dari http://rapidshare.com/files/128299967/Reset_Freeproxy.rar yang sengaja telah saya pack menggunakan UPX.

Langkah awal download dulu sofware PE Explorer disini. Saya menganggap anda sudah menginstall PE Explorer dan mendownload program yang dipack sama upx, biasanya worm buatan dalam negeri, packnya memakai ini,sebabnya file yang gedhe,bisa jadi lebih kecil.

Kita buka pe explorer, klik File> open file ( cari letak file yang akan di bongkar )

pe 1
gmb 1.0

Jika udah ketemu klik saja, selanjutnya anda akan menemui gambar seperti dibawa ini
pe 2
gmb 1.1

Jika sudah ada tampilan Precompiling resurce done, itu berarti file exe yang di bungkus UPX sudah berhasil dibongkar, maka tekan file pilih save as
pe 3
gmb 1.2
Beri nama terserah anda
pe 4
gmb 1.3
pe 5
Dan ….success…file yang dipack menggunakan UPX berhasil di bongkar.. lantas bagaimana cara melihat isi program tersebut…nantikan edisi mendatang…he..he

Salam

TopengDigital
Newbie bangeeeeetttssss

March 30, 2008

Membuat Proxy dengan FreeProxy 3.92 Build 1640

Filed under: tutorial

Jika Anda Dirumah punya 2 atau lebih komputer yang semuanya terkoneksi dalam satu Network dan ingin bisa mengakses internet bersama-sama kayak diwarnet, anda bisa menggunakan sofware yang gratis tentu saja anda harus download dulu di http://www.handcraftedsoftware.org/ jika sudah mendownload dan diinstall di komputer

Adapun langkah-langkah secara cepat sebagai berikut :
1. Asumsinya anda sudah download dan install software freeproxy,buka free proxy kemudia pada tombol Proxies di klik
maka akan tampil seperti gambar
handy
2. Beri Nama proxy contoh name internet, secara default client port 8080 anda bisa merubahnya terserah yang penting 4
digit ( maximal 5 Digit )
freeprox
3. Selanjutnya tekan tombol start/stop yang ada di kanan/atas, akan tampak seperti pada gambar dibawah,selanjutnya start
saja service mode
free1
Lihat gambar setelah tombol start dijalankan
free2

4. Jika Komputer yang kita jadikan server itu tadi bisa internet,Kita tinggal setting di computer lainya ( client ) . Cara settingnya agar bisa akses ke proxy server ikuti langkahnya sebagai berikut :

connection Internet Explorer
ie1
setting Ienya Tools>Internet Options > Conections >
ie2
Lan Setting > isi dan centang proxy server dengan IP server dan Nomor Port
ie3

Jika Menggunakan Mozilla Firefox
mozil
Tools>options>Advanced>Network
firefox1
Isikan Ip address plus Port yang dibuka
firefox2

Kesimpulannya : Anda harus mempunyai HUB/Switch untuk menghubungkan Beberapa PC ( Network ) setelah itu PC yang digunakan sebagai server harus bisa komunikasi ke luar, dalam hal ini saya menggunakan telkomnet instan sebagai media percobaan, selanjutnya anda tinggal membuat No IP baru yang digunakan untuk komunikasi dalan hal ini saya menggunakan ip publik 192.25.21.222 sebagai ip server.

Salam www.topengdigital.com

August 30, 2007

Tutorial Mengatasi Virus

Filed under: tips dan trik, tutorial

dicopy paste dari http://www.oprekpc.com/

Author: Heryudi Praja

BAGIAN 1: MODAL DASAR
1. Cara-cara Alternatif untuk Menjalankan Program

Umumnya kita mengklik ikon program yang ada di start menu atau di desktop untuk menjalankan program tertentu. Tetapi program-program utilitas tidak semuanya tersedia di start menu atau di desktop. Program-program ini (misalnya REGEDIT.EXE, CMD.EXE) biasanya dijalankan melalui menu Start > Run. Apa yang dapat kita lakukan seandainya menu Run tidak ada di start menu? Berikut beberapa alternatif menjalankan program tertentu dengan cara yang ‘tidak biasa’:

a. Memanfaatkan Windows Explorer

Jalankan program Windows Explorer, cari file program yang ingin dijalankan di folder C:\Windows, atau di C:\Windows\System, atau di C:\Windows\System32. Kemudian klik dua kali pada file program tersebut.

b. Memanfaatkan Command Prompt (CMD.EXE)

= Klik Start > Programs > Accessories > Command Prompt, atau jalankan CMD.EXE dengan cara pertama di atas.

= Ketikkan nama program yang ingin dijalankan, kemudian tekan enter.

C:\Documents and Settings\mr. orche!>REGEDIT

c. Menggunakan Batch File

= Jalankan Notepad melalui start menu atau melalui Windows Explorer.
= Ketik nama program yang ingin dijalankan, misalnya “REGEDIT” (tanpa tanda petik).
= Simpan file tersebut menggunakan ekstensi .bat, misalnya “TES.BAT”.
= Jalankan file .bat tersebut melalui Windows Explorer (klik dua kali).

d. Menggunakan Task Manager (TASKMGR.EXE) (Windows XP)

= Tekan Ctrl + Alt + Del.
= Klik tombol [New Task…] pada tab Applications.
= Ketikkan nama program, lalu tekan enter.

e. Memanfaatkan Browser File pada ACDSee

= Jalankan ACDSee dari Start Menu.
= Cari file program yang ingin dijalankan di jendela browser file.
= Klik dua kali pada file program tersebut.

2. Cara-cara Alternatif Operasi Registry

Jika REGEDIT tidak dapat dijalankan, operasi registry masih dapat dilakukan dengan beberapa alternatif berikut:

Alternatif 1: Menggunakan perintah REG

1. Jalankan Command Prompt (CMD.EXE).

2. Untuk melihat daftar key dan value, gunakan perintah REG QUERY lokasikey.
Contoh:
REG QUERY HKLM\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
REG DELETE HCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer

3. Ketikkan REG DELETE namakey /V namavalue untuk menghapus value tertentu.

Contoh:
REG DELETE HKLM\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer /V NoRun
REG DELETE HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer /V NoFolderOptions

Catatan:

= Nama root harus disingkat, HKCR untuk HKEY_CLASSES_ROOT, HKLM untuk HKEY_LOCAL_MACHINE, HKCU untuk HKEY_CURRENT_USER, HKU untuk HKEY_USERS, dan seterusnya.

= Untuk nama key yang mengandung spasi, nama key diapit dengan tanda petik ganda.

= Untuk mengetahui tatacara operasi selengkapnya menggunakan perintah REG, ketikkan “REG /?” tanpa tanda petik.

Alternatif 2: Menggunakan file .REG
1. Jalankan Notepad dan ketikkan seperti contoh berikut:

Format baru (WinXP):
Windows Registry Editor Version 5.00
[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer]
“NoFolderOptions”=dword:00000000

Format lama (Win9X/NT):
REGEDIT4
[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer]
“NoFolderOptions”=dword:00000000

2. Simpan file tersebut dengan ekstensi .REG, kemudian klik dua kali pada file .reg yang telah disimpan.

Penjelasan:

= Baris pertama, “Windows Registry Editor Version 5.00” atau “REGEDIT4”, adalah aturan baku untuk menandai file registry.

= Baris kedua, “[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer]” menunjukkan lokasi key registry, di mana daftar value beserta nilai data yang disebutkan di bawahnya akan disimpan.

= Baris ketiga, “NoFolderOptions”=dword:00000000, menyebutkan nama value beserta data yang diinginkan untuk value tersebut. Pada contoh ini berarti mengubah/memberi data bernilai 0 pada value bernama “NoFolderOptions”.

= File regedit yang diketik dengan format WinXP (format baru) maupun format lama (Win9X/NT), keduanya dapat digunakan untuk Windows XP, tetapi format lama hanya dapat digunakan untuk Windows 9X/NT.

Alternatif 3: Menggunakan StartUp Disk (hanya berlaku untuk Win9X)
Cara ini adalah cara yang paling susah, dan mungkin merupakan satu-satunya cara efektif memulihkan registry ketika sistem sudah terlanjur lumpuh sama sekali.

1. Boot menggunakan StartUp Disk
a. Masukkan StartUp Disk Win95/98 ke floppy drive.
b. Restart (pastikan konfigurasi setting boot sequence di BIOS menunjuk ke disket).

2. Masuk ke direktori (folder) C:\Windows
A:\>C:
C:\>CD WINDOWS

3. Lakukan ekspor data dari registry ke file .reg khusus untuk key yang diinginkan
Format perintah:
REGEDIT /E namakey namafilereg

Contoh:
REGEDIT /E HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer TES.REG

Jika nama key mengandung spasi, gunakan tanda petik:
REGEDIT /E “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer” TES.REG
3. Memunculkan Kembali Menu Folder Options pada Windows Explorer

Beberapa virus perlu menyembunyikan file-file tertentu agar user (pemakai komputer) tidak menyadari adanya virus dan agar virus tersebut lebih susah dihapus, dengan membuat file tersebut menjadi hidden. File hidden tersebut masih dapat dilihat oleh user jika setting Folder Options pada pilihan ‘Show hidden files and folders’ diaktifkan. Kadang-kadang menu inipun dihilangkan oleh virus untuk menjamin file-file virus tetap tak terlihat. Untuk menyembunyikan menu Folder Options, cara paling mudah dan paling umum diterapkan oleh virus adalah dengan mengubah setting registry, dengan menyisipkan value “NoFolderOptions” yang bernilai 1. Untuk memunculkan kembali menu Folder Options, value ini harus dihapus, atau diubah nilainya menjadi “0”.

= Untuk mengubah setting Folder Options, klik menu Tools > Folder Options pada Windows Explorer.

= Value NoFolderOptions pada registry berada salah satu atau kedua lokasi berikut:

HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer

HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer

Value tersebut dapat dihapus dengan menggunakan program REGEDIT, atau dengan mengetikkan perintah berikut pada Command Prompt:

REG DELETE HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer /V NoFolderOptions

REG DELETE HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer /V NoFolderOptions
4. Memunculkan Menu Run

Hapus value “NoRun” atau ubah nilainya menjadi 0 dengan menggunakan operasi registry (lihat contoh operasi registry untuk memunculkan menu Folder Options di atas). Value “NoRun” berada pada key:

HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
5. Memunculkan Menu Find

Hapus value “NoFind” atau ubah nilainya menjadi 0 dengan menggunakan operasi registry (lihat contoh operasi registry untuk memunculkan menu Folder Options di atas). Value “NoFind” berada pada key:

HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
6. Mengaktifkan REGEDIT

Kadang-kadang REGEDIT tidak dapat dijalankan karena di-disable melalui setting registry oleh virus. Untuk memulihkan kembali, hapus value “DisableRegistryTools” atau ubah nilainya menjadi 0 dengan menggunakan Command Prompt (hanya untuk WinXP), atau dengan membuat file .REG (hanya untuk Win9X).
7. Memunculkan File Hidden dengan Mengubah Atributnya Melalui Command Prompt

File hidden (tersembunyi) dapat dimunculkan tanpa memainkan Folder Options, tetapi dengan menonaktifkan atribut hidden pada file tersebut. Atribut file hidden hanya dapat diubah di Windows Explorer jika setting Folder Options memungkinkan file hidden ditampilkan. Alternatifnya adalah dengan mengubah atribut file tersebut melalui Command Prompt. Untuk melihat daftar file hidden melalui Command Prompt, gunakan perintah “DIR /AH”. Selanjutnya gunakan perintah ATTRIB diikuti parameter atribut yang akan diubah. Contoh berikut dapat digunakan untuk menonaktifkan atribut hidden, read only, dan system sekaligus, pada semua file di direktori aktif:

ATTRIB –r –h –s *.*
8. Mencari File Melalui Command Prompt

a. Melihat daftar file/folder yang berada di folder aktif:

DIR *.*

b. Melihat daftar file/folder yang berada di folder aktif, termasuk file/folder hidden:

DIR *.* /A “A” adalah singkatan dari “ALL”

c. Melihat daftar file (tidak termasuk folder) yang berada di folder aktif:

DIR *.* /A-D “D” adalah singkatan dari “DIRECTORY”, “-“ berarti pengecualian

d. Melihat daftar folder (tidak termasuk file) yang berada di folder aktif:

DIR *.* /AD “D” adalah singkatan dari “DIRECTORY”

e. Melihat daftar file/folder hidden:

DIR *.* /AH “H” adalah singkatan dari “HIDDEN”

f. Melihat daftar file/folder urut berdasarkan nama:

DIR *.* /ON untuk file dan folder, “O” berarti “ORDER BY”, “N” berarti “NAME”
DIR *.* /AD /ON untuk folder saja
DIR *.* /A-D /ON untuk file saja
DIR *.* /A-DH /ON untuk file hidden saja
DIR *.* /ADH /ON untuk folder hidden saja

g. Melihat daftar file/folder urut berdasarkan tipe (ekstensi)

Caranya mirip dengan pengurutan berdasarkan nama, hanya saja “/ON” diganti dengan “/OE”.

h. Melihat daftar file urut berdasarkan ukuran

Caranya mirip dengan pengurutan berdasarkan nama, hanya saja “/ON” diganti dengan “/OS”.
Untuk informasi rinci tentang aturan pemakaian perintah DIR, ketikkan “DIR /?” lalu tekan enter.
9. Mematikan Proses yang Dicurigai

Yang dimaksud proses adalah program yang berjalan di latar belakang (background program), tidak memiliki form karena tidak dibuat untuk berinteraksi dengan user. Berbeda dengan program aplikasi yang memang terlihat karena harus berinteraksi dengan user. Virus biasanya dibuat sedemikian rupa sehingga ketika virus tersebut berjalan tidak terlihat sama sekali, ia hanya berupa proses. File virus yang sedang berjalan biasanya tidak dapat dihapus karena prosesnya sedang berjalan. Biasanya file virus tersebut baru dapat dihapus setelah prosesnya dihentikan. Daftar program aplikasi dan proses yang sedang berjalan dapat dilihat menggunakan Windows Task Manager (TASKMGR.EXE) cukup dengan menekan tombol Ctrl + Alt + Del. Setelah jendela Windows Task Manager muncul, kita dapat memilih “Applications” untuk melihat daftar program aplikasi; atau “Processes” untuk melihat daftar proses. Pilihan lainnya adalah “Performance”, “Networking”, dan “Users”.
Untuk menghentikan program aplikasi yang sedang berjalan, pilih nama aplikasi dari daftar, kemudian klik tombol “End Task”. Untuk menghentikan proses yang sedang berjalan, pilih nama proses kemudian klik tombol “End Process”. Jika Windows Task Manager tidak dapat dijalankan, kita masih dapat melihat dan menghentikan proses yang sedang berjalan dari Command Prompt dengan memanggil program “TASKLIST.EXE” untuk melihat daftar proses, kemudian memanggil program “TASKKILL.EXE” untuk menghentikan proses.

Contoh:
TASKLIST
TASKKILL /F /IM Notepad.exe /IM MSPAINT.EXE
TASKKILL /F /PID 1230 /PID 1253 /T

Keterangan:
Parameter “/F” yang berarti “FORCE” akan menyebabkan proses dihentikan secara paksa.
Parameter “/IM” berarti “IMAGE (NAME)”. Maksudnya proses yang akan dihentikan adalah proses dengan nama yang disebutkan setelah parameter “/IM”.
Parameter “/T” berarti “TREE” dan menyebabkan semua proses cabang juga dihentikan.
_________________BAGIAN 2: CELAH-CELAH PEMICU AKTIFNYA VIRUS

Program virus yang dikopi ke komputer yang bersih dari virus tidak mengakibatkan komputer tersebut tertular. Virus tersebut menjadi aktif dan mulai bekerja ketika program tersebut dijalankan oleh user, misalnya ketika diklik dua kali melalui Windows Explorer. Jadi infeksi virus pertama kali ke komputer diakibatkan oleh user sendiri. Sekali saja diberi kesempatan, virus dapat secara leluasa membuat jadwal aktif sesuai yang diinginkan pembuatnya. Dengan melihat celah-celah yang dapat menjadi pemicu aktifnya virus, kita akan lebih mudah menemukan sarang persembunyian virus kemudian meringkusnya.
1. Registry

Registry menyediakan fasilitas yang memungkinkan program aktif sendiri sebelum start menu muncul. Fasilitas ini sebenarnya disediakan untuk program-program aplikasi, namun banyak dimanfaatkan oleh virus. Setting registry dapat dilihat dan dimanipulasi menggunakan program REGEDIT bawaan Windows (Run, REGEDIT). Struktur di dalamnya terdiri atas lima root (HKEY_CLASSES_ROOT, HKEY_CURRENT_USER, HKEY_LOCAL_MACHINE, HKEY_USERS, dan HKEY_CURRENT_CONFIG), masing-masing root memiliki banyak cabang yang disebut key. Setiap key dapat memuat beberapa key dan/atau value. Dalam struktur manajemen file, root dapat diidentikkan dengan drive, key identik dengan folder, dan value identik dengan file. Seperti halnya folder, key tidak dapat memuat data, ia hanya dapat memuat key lain dan value. Data registry yang dapat mempengaruhi perilaku sistem secara keseluruhan dimuat dalam value. Untuk mengetahui struktur registry secara lebih jelas, jalankan REGEDIT. Hati-hati menjalankan REGEDIT, karena salah prosedur dapat mengakibatkan sistem lumpuh total!!!

a. Key “Run”

Key “Run” dibuat untuk menampung daftar program yang akan dijalankan sistem sesaat sebelum start menu aktif. Di registry, key ini dapat ditemukan di beberapa tempat yaitu di:
= Key “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion”
= Key “HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion”
= Beberapa key di dalam key “HKEY_USERS”

Jika satu atau beberapa user didaftarkan dalam User Account (Control Panel > User Account), maka pada root HKEY_USERS akan terdapat beberapa key yang menampung setting untuk masing-masing user. Sebagian dari key ini juga berisi key “Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion” dan di dalamnya mungkin juga memuat key “Run”.

b. Value “Shell” dan “Userinit” di dalam Key “Winlogon”

Value “Shell” dan value “Userinit” di dalam key “Winlogon” dapat memberikan efek yang sama efektifnya—bagi virus—dengan value yang disimpan di dalam key “Run”. Umumnya data untuk kedua value tersebut adalah:

Shell = “Explorer.exe”
Userinit = “C:\WINDOWS\system32\userinit.exe,”

Key “Winlogon” berada di:
= Key “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion”
= Key “HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion”
= Beberapa key di dalam key “HKEY_USERS”

Selain value dan key yang disebutkan di atas, sangat dimungkinkan masih banyak key/value yang dapat dimanfaatkan oleh virus, meskipun mungkin tidak efektif, dan selama ini penulis belum pernah menemukan.
Jika ditemukan value yang mencurigakan, lakukan analisis yang memadai sebelum memutuskan untuk menghapusnya. Jangan asal hapus!!!

2. Start Menu dan Desktop

a. Start > Programs > StartUp

Folder “StartUp” di start menu disediakan untuk menampung program-program yang akan dijalankan secara otomatis oleh Windows ketika proses booting selesai. Virus dapat memanfaatkan folder ini untuk memicu aktifnya virus tersebut dengan membuat shortcut di dalamnya, atau dengan membuat duplikat virus di dalamnya. Virus Brontok versi awal memanfaatkan folder ini dengan membuat file bernama “EMPTY.PIF” bergambar program DOS.

b. Link/Shortcut

File-file link atau shortcut (file berekstensi “.LNK” dan “.PIF”) yang berada di start menu atau di desktop berfungsi sebagai “jalan pintas” ke file program untuk memudahkan user menjalankan program tersebut. File semacam ini, karena bukan benar-benar program, umumnya berukuran kecil, tidak lebih dari 4KB. File ini dapat dimanipulasi virus sehingga tidak menunjuk ke program yang seharusnya, tetapi dibelokkan ke program virus. Untuk mengetahui shortcut tersebut dibelokkan atau tidak, klik kanan pada file shortcut tersebut, klik “Properties”, kemudian lihat keterangan pada kotak “Target”.

File shortcut juga bisa saja dihapus oleh virus kemudian diganti dengan program virus yang ikonnya dibuat sama dengan file shortcut yang asli. Kasus semacam ini jarang, tetapi pernah terjadi. Jika hal ini terjadi, umumnya ukuran file ‘shortcut’ tersebut lebih dari 4KB. Tetapi ukuran file “shortcut” yang besar tidak menjadi jaminan bahwa file tersebut telah dimanipulasi menjadi program virus. Untuk memastikannya harus dilihat isinya menggunakan program HEX Editor. Sayangnya hanya orang-orang tertentu—terutama yang pernah mempelajari pemrograman atau teknik elektronika digital —yang bisa memahami program HEX Editor. File shortcut umumnya memiliki gambar panah, kecuali jika file tersebut dilihat di start menu. Jika kita melihat isi folder start menu menggunakan Windows Explorer, semua file shortcut asli (bukan folder) akan memiliki gambar panah. Jika tidak ada gambar panahnya, kemungkinan (bukan jaminan) file shortcut tersebut sudah bukan shortcut beneran.

3. Task Scheduler

Lihat Control Panel > Scheduled Tasks untuk melihat daftar jadwal periodik yang sudah dijadwalkan di sistem. Virus kadang-kadang membuat jadwal di sini untuk menjalankan program virus dari lokasi tertentu. Hapus scheduled task yang merugikan saja.

4. AUTOEXEC.BAT

Setiap booting, komputer akan memeriksa file C:\AUTOEXEC.BAT dan menjalankan perintah-perintah di dalamnya, jika ada. Tentu saja peluang ini menguntungkan program aplikasi maupun program virus. Periksa isinya, dan hapus perintah yang merugikan atau yang menunjuk ke file virus. Jika tidak yakin dengan akibatnya, file AUTOEXEC.BAT dapat dikopi dulu, sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dapat dikembalikan seperti semula dengan menimpa file AUTOEXEC.BAT dengan kopian yang telah dibuat. Untuk menonaktifkan satu atau beberapa perintah di dalam file AUTOEXEC.BAT dapat ditambahkan kata “REM” (tanpa tanda petik).

5. Ambil Alih Program

Virus bisa juga mengambil alih program dengan cara sebagai berikut:

a. Mengubah nama program aplikasi yang sering digunakan user. Misalnya WINWORD.EXE (Microsoft Word) diubah menjadi WINWORD1.EXE.

b. Membuat duplikat virus dengan nama program yang sering digunakan user. Dalam contoh ini, virus membuat duplikat dengan nama WINWORD.EXE.

c. Ketika user bermaksud menjalankan program aplikasi (Microsoft Word), user sebenarnya menjalankan program virus, kemudian program virus tersebut memanggil program aplikasi yang asli yang telah diubah namanya (WINWORD1.EXE).

Strategi ini diterapkan oleh virus d2/Decoil daun, dengan mengambil alih program Winamp. Untuk memeriksanya, cek program-program yang shortcutnya tersedia di start menu atau di desktop. Program virus umumnya kecil, yaitu antara 30KB sampai 300KB, sedangkan program aplikasi biasanya berukuran relatif besar (WINWORD.EXE berukuran lebih dari 8.000KB, EXCEL.EXE berukuran lebih dari 6.000KB). Tanggal pembuatan program juga dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu program masih asli atau tidak, meskipun sebenarnya suatu file dapat diubah tanggalnya dengan mudah.

6. Kemungkinan Celah-celah Lain
a. ???
BAGIAN 3: LANGKAH-LANGKAH MENGATASI VIRUS

Bagian ini tidak membahas langkah-langkah praktis untuk menangani virus-virus yang biasa dijumpai, karena sebenarnya setiap virus memiliki cara kerja, strategi penyerangan, tingkat serangan dan teknik removal (cara mengatasi) sendiri-sendiri. Dengan penyajian seperti berikut ini diharapkan dapat dipahami konsep-konsep bagaimana mengatasi virus, sehingga dapat diterapkan untuk bermacam-macam virus yang pokok strateginya sama. Dilihat dari cara kerja virusnya, sebenarnya masih banyak jenis virus yang tidak mempan dengan cara-cara yang dijelaskan di sini, karena memang cara kerjanya sama sekali berbeda. Apa yang dibahas di sini adalah cara-cara umum untuk mengatasi jenis virus yang mudah dibuat dan selama ini banyak beredar di Indonesia, menembus hingga ke daerah pelosok yang tidak memiliki jaringan internet. Virus-virus semacam ini tidak sulit dibuat bagi programmer yang kemampuannya sedikit di atas programmer rata-rata.

Untuk jenis virus yang dijelaskan di atas, langkah-langkah umum untuk mengatasinya adalah sebagai berikut:
1. Hentikan proses yang mencurigakan

Sebagian besar proses dalam daftar proses adalah proses yang dijalankan sistem (Windows) atau program yang memang sengaja kita jalankan. Jika kita terlanjur membunuh proses yang merupakan bagian dari sistem, kadang-kadang komputer akan shutdown sendiri dengan pemberitahuan dan hitungan mundur sebelumnya. Kadang-kadang proses virus begitu mudah dikenali karena menggunakan nama yang ganjil (misal “sempalong” atau “eksplorasi” pada virus Brontok). Tetapi tidak jarang proses virus menggunakan nama yang sekilas tampak familiar, sehingga user menyangka proses tersebut adalah proses dari sistem operasi, tetapi sebenarnya sama sekali berbeda dengan nama-nama yang digunakan oleh sistem, misal: lExplorer (LEXPLORER, bukan iexplorer, dengan huruf “i” besar). Bahkan banyak juga yang menggunakan nama sama persis dengan nama proses yang dijalankan oleh sistem, sehingga kita tidak dapat membedakan proses virus dan proses sistem hanya berdasarkan namanya.

Nama-nama bawaan Windows sendiri yang umum di antaranya adalah “SVCHOST.EXE”, “SPOOLSV.EXE”, “SERVICES.EXE”, “WINLOGON.EXE”, “LSASS.EXE”, “CRSS.EXE”, “EXPLORER”, “System”, “System Idle Process”. Nama-nama ini biasanya selalu ada, meskipun komputer tidak sedang menjalankan program satu pun. Kadang-kadang virus juga menggunakan nama-nama ini supaya tidak di-stop oleh user. Kecuali “SVCHOST.EXE”, umumnya nama proses bawaan sistem tidak kembar. Jika misalnya ada dua proses yang namanya sama-sama “SERVICES.EXE”, mungkin salah satunya adalah proses yang dijalankan oleh virus.

Jika kita melihat daftar proses lewat Command Prompt dengan memanggil program “TASKLIST.EXE”, kita juga dapat melihat Process ID (PID) dari masing-masing proses. Pada Windows Task Manager, PID tidak ditampilkan. Jika kebetulan ada beberapa proses yang namanya sama dan sebagian dari proses tersebut adalah proses virus, maka saya akan lebih mungkin mencurigai proses yang PID nya lebih besar sebagai virus, dengan berdasarkan asumsi dan logika bahwa PID diberikan secara unik dan urut, dan proses virus tentu dijalankan setelah sebagian proses sistem dijalankan.
2. Hapus/ubah nama file yang dicurigai sebagai virus

Kita dapat menghapus file yang mencurigakan yang berada di sistem (di folder bawaan Windows) jika kita yakin tidak akan menimbulkan masalah yang lebih serius. Tetapi jika tidak yakin akan hal ini, lebih baik file tersebut cukup diubah nama atau ekstensinya saja, misal “Sempalong.exe” diubah menjadi “Sempalonk.exe” atau “Sempalong.ex_”.

Masalah yang mungkin timbul:

>> File yang mencurigakan tidak ditemukan

Virus yang dirancang dengan baik tentu saja tidak mudah ditemukan, karena mungkin menerapkan salah satu atau perpaduan dari beberapa trik berikut:
1. atribut file virus tersebut dibuat hidden

> Ubah setting Folder Options agar file hidden tetap ditampilkan.

> Jika pencarian file dilakukan menggunakan fasilitas Search, pastikan pilihan “Search system folders”, “Search hidden files and folders” dan “Search subfolders” pada menu “More advanced options” diaktifkan (dicentang).

> Jika pencarian file dilakukan dengan perintah “DIR” melalui Command Prompt, gunakan parameter “/AH” untuk menampilkan file hidden.

> Bila perlu, non-aktifkan atribut hidden pada semua file di folder tertentu dengan mengetikkan “ATTRIB –r –h –s *.*” pada Command Prompt.
2. setting Folder Options diatur agar file hidden tidak terlihat (setting default bawaan Windows memang tidak memperlihatkan file hidden)

> Ubah setting Folder Options.
3. menu Folder Options pada Windows Explorer dihilangkan

> Munculkan kembali menu Folder Options.
4. file virus menggunakan ekstensi selain “.EXE”

Perlu diketahui bahwa virus semacam ini tidak selalu berekstensi “.EXE”. Bisa jadi kita hanya mencari file “*.EXE” untuk menemukan virus tersebut, sedangkan virus tersebut menggunakan ekstensi lain yang sama efektifnya bagi virus, misalnya ekstensi “.COM” (MS DOS Application), “.PIF” (Shortcut to MSDOS Program), “.SCR” (Screen Saver), “.BAT” (MS-DOS Batch File), “.LNK (Shortcut)”.

>> File yang mencurigakan tidak dapat dihapus/di-rename

Hal ini dapat terjadi jika file tersebut adalah file program yang sedang dijalankan. Jika ini terjadi, hentikan dulu proses yang berasal dari file program tersebut. Bila perlu, gunakan TASKLIST dan TASKKILL untuk mematikan proses yang dicurigai.

>> Kita terkecoh karena menyangka file tersebut bukan virus

File virus bisa saja berwajah dokumen, ketikan teks notepad, atau bahkan folder. Ingat bahwa setiap program memiliki ikon sendiri-sendiri. Hal ini berarti pembuat program memang mempunyai kebebasan penuh dalam menentukan ikon dari program yang dibuatnya, sebebas virus Brontok memilih ikon/gambar folder.

Virus bisa saja tampil dalam berbagai nama, wajah/ikon, tipe, ukuran, maupun tanggal lahir. Keempat sifat file ini memang dapat digunakan untuk mempermudah pencarian file, tetapi juga sangat memudahkan virus menyamarkan diri. Satu-satunya pedoman yang aman adalah ekstensi file (misal “.EXE”, “.COM”, atau “.SCR”). Ekstensi file berbeda dengan tipe file (misal “Microsoft Word Document”, “Text Document”, “File Folder”). Tipe yang ditampilkan di Windows Explorer dapat dimanipulasi dengan mudah oleh virus sehingga memungkinkan beberapa ekstensi file memiliki nama tipe yang sama.
3. Lumpuhkan pemicu aktifnya virus

Periksa celah-celah yang memungkinkan aktifnya virus, kemudian hapus atau kembalikan seperti seharusnya, jika dijumpai manipulasi yang merugikan.
4. Hapus file duplikat virus

Jika virus di sistem (di drive C:) sudah bersih, cari juga di folder data dan di drive lain. Hapus semua file yang diyakini sebagai virus.
5. Pulihkan sistem

Kembalikan setting registry yang telah dimanipulasi virus untuk memperlancar aksinya, misalnya: aktifkan kembali REGEDIT, munculkan kembali menu Folder Options, konfigurasi Folder Options yang memudahkan user mengenali karakteristik file, dan sebagainya.
_________________
I’m just like a pill.. Instead of makin’ you better, I keep makin’ you ill.

uthor: Heryudi Praja

BAGIAN 4: CONTOH PENANGANAN VIRUS

Virus Brontok
Sebenarnya virus Brontok sudah berkembang dan dirilis berkali-kali. Penulis tidak ingat virus Brontok yang diujicoba ketika tulisan ini dibuat versi berapa. Yang jelas ciri-ciri dan cara kerja virus yang diujicoba ini dijelaskan berikut ini.

a. Ciri-ciri

= Memanfaatkan ekstensi EXE, COM, PIF, SCR untuk duplikasi virus
= Ukuran file 45KB (45.344 byte)
= Dibuat tanggal 16 Januari 2006, jam 09:10
= Memperlambat komputer
= Menghilangkan menu Folder Options
= Memanipulasi setting Folder Options sehingga file hidden tidak ditampilkan
= Menyembunyikan ekstensi file pada Windows Explorer
= Membuat file EMPTY.PIF (duplikat virus) di Start > Programs > StartUp
= Restart komputer jika user mencoba menjalankan program-program: REGEDIT.EXE, CMD.EXE (Command Prompt),
= Membuat jadwal periodik (Scheduled Task) bernama At1 dan At2, lihat di Control Panel > Scheduled Tasks
= Membuat duplikasi virus:

Banyak file duplikasi yang namanya diacak dengan nama-nama seperti: br6657on.exe, csrss.exe, inetinfo.exe, lsass.exe, services.exe, smss.exe, svchost.exe, winlogon.exe, 11496-NendangBro.com, Empty.pif, DXBLAK.exe, cmd-bro-nmx.exe.
• File screen saver (.SCR) di folder C:\Windows\System32 dengan nama misalnya “kecrut’s Settings.SCR”, di mana kecrut adalah nama user yang terdaftar dalam User Accounts (Control Panel > User Accounts)
• EMPTY.PIF di Start > Programs > StartUp
• Di Folder C:\Windows\ShellNew

= Dibuat menggunakan program Visual Basic 6.0
= Virus tetap bekerja di Safe Mode

b. Cara Mengatasinya

= Catat ukuran dan tanggal file virus yang sudah menular di berbagai folder. Jika tidak ketemu, klik kanan file EMPTY.PIF di Start ® Programs ® Startup, klik Properties, lihat ukuran dan tanggalnya.

= Booting ulang menggunakan StartUp Disk Windows 98 (walah… harus buat StartUp 98)

= Setelah berhasil masuk ke Command Prompt 98:
1. Masuk ke folder Windows (C:\Windows), cari file .EXE yang ukuran dan tanggalnya sama dengan file virusnya. File ini hidden, gunakan perintah “DIR *.EXE /A”.
2. Non-aktifkan atribut hidden pada file tersebut, kemudian ubah ekstensi file tersebut menjadi ekstensi lain misalnya “.DEL”. Jika file ini ternyata bukan file virus, nanti bisa dikembalikan ke nama aslinya.
(Misal nama filenya “SEMBAK~1.EXE”:)
ATTRIB –R –H –S SEMBAK~1.EXE
REN SEMBAK~1.EXE SEMBAK~1.DEL
3. Masuk ke folder C:\Documents and Settings, ubah semua folder yang namanya sama dengan nama-nama user yang terdaftar dalam User Accounts. Nama yang panjang biasanya terpotong menjadi enam karakter ditambah karakter “~” dan karakter angka, misal “Soepardjono” akan menjadi “SOEPAR~1″. Jika nama folder mengandung titik, folder tersebut akan memiliki ekstensi. Gunakan perintah “DIR /AD” untuk melihat nama-nama folder di dalamnya.
Contoh:
C:\WINDOWS>CD ..
C:\>CD DOCUME~1 atau CD “Documents and Settings”
C:\DOCUME~1>DIR /AD
(Daftar nama folder ditampilkan)
C:\DOCUME~1>REN SOEPAR~1 SUPAR
C:\DOCUME~1>REN MASYUS~1.YES MASYUS.TOK
4. Masuk ke folder C:\Windows\ShellNew, ubah ekstensi file .EXE yang tanggal dan ukurannya sama dengan tanggal dan ukuran file virus. File ini hidden, gunakan perintah “DIR *.*/A”. Sebelum dihapus, atribut hidden-nya harus dinonaktifkan dulu:
(Misal nama filenya bbm-ypmmngnc.exe)
ATTRIB –R –H –S BBM-Y~1.EXE
REN BBM-Y~1.EXE BBM-Y~1.DEL
5. Keluarkan disket startup dari floppy drive, kemudian restart.
6. Jika langkah-langkah di atas berhasil, setelah booting akan muncul pesan “Windows cannot find … ” diikuti nama salah satu virus yang ngendon di sistem.
7. Hapus At1 dan At2 di Control Panel ® Scheduled Tasks. Dua file ini adalah file penjadwal aktifnya virus.
8. Jalankan Windows Explorer. Klik menu View ® Details supaya Windows Explorer menampilkan atribut file secara detail (nama, ukuran, ekstensi, tipe).
Sampai di sini, Folder Options di Windows Explorer sudah muncul, CMD.EXE (Command Prompt) sudah dapat dijalankan, REGEDIT juga sudah dapat dijalankan.
9. Klik Tools ® Folder Options, kemudian lakukan konfigurasi berikut:
o Aktifkan “Show hidden files and folders” supaya file hidden tetap terlihat.
o Non-aktifkan “Hide extensions for known file types” supaya ekstensi setiap file ditampilkan.
o Non-aktifkan “Hide protected operating system files (Recommended)” supaya file C:\AUTOEXEC.BAT dapat dilihat.
o Klik tombol “Apply to All Folders”, supaya setting di atas diberlakukan untuk setiap folder, bukan hanya untuk folder yang sekarang dibuka.
10. Saatnya mencari sisa-sisa file virus yang masih ada di sistem Gunakan fasilitas Search, dan pada kategori pilihan More advanced options, aktifkan pilihan Search system folders, Search hidden files and folders, dan Search subfolders.
o Mulai mencari dari folder yang namanya sama dengan nama-nama user di dalam folder C:\Documents and Settings:
+ Masukkan kata kunci pencarian nama file: “*.EXE”, kemudian klik Search.
+ Tunggu hingga proses search selesai! Kemudian urutkan hasil pencarian berdasarkan ukuran (View ® Arrange Icons by ® Size), atau klik kolom “Size” pada tampilan daftar file. Dengan cara ini semua file yang sama ukurannya akan mengelompok.
+ Jika terdapat file yang tidak diragukan lagi sebagai virus, hapus saja. Perhatikan ikon, ukuran dan tanggalnya.
+ Ulangi lagi langkah pencarian dari awal, tetapi menggunakan kata kunci “*.COM”, kemudian “*.PIF”, dan “*.SCR”.
o Lakukan juga pencarian di folder C:\Windows.
11. Klik kanan file C:\AUTOEXEC.BAT, kemudian klik Edit. Hapus baris pertama yang bertulisan “PAUSE”, kemudian simpan kembali.
12. Jalankan REGEDIT, kemudian lakukan langkah-langkah berikut:
o Masuk ke key Run
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
Jika terdapat value yang datanya menunjuk ke file-file virus, hapus value tersebut. Jika tidak yakin value tersebut dibuat oleh virus, sebaiknya data tersebut diekspor dulu dengan mengklik menu File ® Export… . Jika ternyata value tersebut ternyata bukan buatan virus, nanti file hasil ekspor tinggal diklik dua kali untuk mengembalikan seperti semula.
Cari juga value serupa di key Run di lokasi-lokasi lain. Jika tidak tahu lokasi lain untuk key Run, gunakan fasilitas Find (Edit ® Find…) untuk mencari key “Run”.
Contoh value yang mesti dihapus:
# Value bernama Bron-Spizaetus, datanya kosong (tidak ada datanya).
# Value bernama Bron-Spizaetus, yang berisi data “C:\WINDOWS\ShellNew\bbm-ypmmngnc.exe”
o Masuk ke key Winlogon
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon
# Jika terdapat value Shell yang datanya “Explorer.exe” diikuti nama file virus (contoh: Explorer.exe “C:\WINDOWS\sembako-cnzjmng.exe”), ubah sehingga datanya hanya “Explorer.exe” saja.
# Virus jenis lain mungkin akan mengubah data untuk value Userinit. Biasanya value ini berisi data “C:\WINDOWS\system32\userinit.exe,”.
13. Sampai di sini, jika berhasil, sistem sudah bersih dari virus. Meskipun versi lain mungkin menambahkan strategi baru. Di folder-folder selain folder sistem (mungkin juga di drive lain), kemungkinan masih ada duplikasi virus, tetapi tidak aktif. Cari semua file .EXE dan hapus semua yang diyakini sebagai virus (perhatikan ciri-cirinya!). Mungkin juga perkembangan ke depan virus ini menular dengan ekstensi .SCR, .COM, .PIF.
14. Restart ulang. Jika proses selanjutnya kembali normal berarti proses pembersihan virus berhasil.
o Folder-folder di C:\Documents and Settings yang tadinya di-rename, mungkin masih menyimpan data-data dokumen penting. Cari folder dokumen di dalamnya (biasanya setiap user dibuatkan satu folder dokumen) dan selamatkan data-data di dalamnya. Di folder ini akan muncul nama-nama folder baru untuk menyimpan setting dan data masing-masing user. Pindahkan data-data tersebut di folder user yang baru ini.
o File-file yang ekstensinya telah diubah (menjadi *.DEL) dapat dihapus jika proses pembersihan berhasil.
BAGIAN 5: PENCEGAHAN VIRUS

Memulihkan komputer yang terkena virus akan sangat merepotkan dan melelahkan. Kadang-kadang dicoba berkali-kali belum tentu berhasil. Untuk komputer yang belum terkena virus, akan jauh lebih mudah jika kita membiasakan diri dengan pola pemakaian komputer yang ‘aman’ dan sedia payung sebelum hujan.

Setiap orang punya cara sendiri untuk mencegah penularan virus. Berikut adalah cara-cara yang saya terapkan, pertimbangkan dan terapkan yang sesuai menurut anda:
1. Saya tidak menggunakan anti virus sama sekali. Anti virus rata-rata memperlambat komputer (ketahuan kalo komputer saya masih kuno…), melakukan banyak intervensi, dan kurang efektif untuk virus-virus lokal yang selama ini justru lebih besar ancamannya daripada virus-virus internasional. Update anti virus secara berkala juga tidak menjamin anti virus akan efektif.
2. Pastikan setting Windows Explorer memudahkan kita memergoki virus.
a. Selalu gunakan View ® Detail agar setiap file ditampilkan secara detail, sehingga file yang ganjil mudah terlihat, misalnya file bertipe “Application” tetapi ikonnya folder.
b. Pada menu Folder Options, aktifkan pilihan Show hidden files and folders, non-aktifkan pilihan Hide extensions for known file types, kalau perlu nonaktifkan juga pilihan Hide protected operating system files (Recommended). Kemudian klik tombol Apply to All Folders. Hal ini akan sangat membantu kita menangkap keganjilan suatu file, misalnya file berekstensi EXE atau SCR, tetapi tipenya Microsoft Word Document.
c. Biasakan menggunakan Windows Explorer untuk membuka file dengan mengklik dua kali pada file yang akan dibuka. Dengan cara ini kita akan terlatih untuk mengetahui lebih dulu ikon, ekstensi dan tipe file yang akan dibuka. Jika file yang akan dibuka ternyata virus, ia tidak akan menular selama tidak dibuka, jadi tinggal dihapus saja dan komputer tidak jadi tertular.

3. Gunakan program untuk mem-backup sistem

Gunakan program seperti GHOST.EXE untuk membackup partisi sistem (C:) ke drive lain. Jika terjadi infeksi virus, drive C: dapat dikembalikan seperti sedia kala dengan menyalin hasil backup. Hal ini akan sangat menghemat waktu. Virus apapun jenisnya, cara ini dapat mengatasi masalah tanpa masalah baru, ASALKAN virus yang menyerang tidak menghapus atau mengubah file secara membabi buta.

Untuk tip ini, diperlukan space di drive lain yang besarnya kurang lebih sama dengan ukuran drive C: yang digunakan (ruang kosong tidak dihitung), dan sebaiknya data selalu di simpan di drive selain C:. Cara ini tidak berlaku untuk komputer yang hanya memiliki satu drive harddisk.
4. Jika memungkinkan, backup data-data penting ke media yang hanya bisa dibaca, misalnya CD.
5. Umumnya virus yang menyerang dokumen hanya mencari file .DOC. Untuk file dokumen ketikan yang hanya berisi teks saja (tidak mengandung tabel atau gambar), gunakan tipe .RTF (Rich Text Format). Jika file dokumen tersebut tidak hanya berisi teks, biasanya jika disimpan dengan format RTF akan berukuran jauh lebih besar.
6. Untuk Windows 9X, data atau program penting dapat disimpan dalam folder khusus yang dapat ‘dikunci’. Cara menguncinya adalah dengan mengubah namanya melalui Command Prompt, dengan menambahkan karakter ASCII dengan kode 255 pada nama folder tersebut.

Contoh: Misal nama folder tersebut RAHASIA.
Code:
REN RAHASIA _RAHASIA untuk mengunci
REN _RAHASIA RAHASIA untuk membuka kunci
7.
Karakter “_” di atas bukan underscore (garis bawah) tetapi karakter ASCII 255 yang dibuat dengan cara menekan tombol Alt, kemudian dengan kondisi tombol Alt tetap ditekan, tekan tombol numerik 2, kemudian tombol 5, dan tombol 5 lagi. Setelah dikunci dengan cara ini, folder tersebut tidak dapat dibuka, dihapus ataupun diubah namanya. File di dalamnya juga aman dari virus. Tetapi trik ini tidak dapat diterapkan pada Windows XP.
8. Waspadalah ketika memasukkan disket, CD atau flashdisk. Periksa dulu isinya sebelum mulai membuka atau mengkopi file di dalamnya. Pastikan tidak ada file mencurigakan.

May 29, 2007

Cara Menggunakan UPX

Filed under: tutorial

cara menggunakan UPX, langkah pertama kita buka dos dulu dengan cara start>Run> ketik cmd enter
misalnya upx berada di folder COBA yang berada di drive c:
maka kita buka
C:\coba\upx -9 *.exe ( * adalah nama file yang akan di kompress)
setelah itu tekan enter
lebih jelasnya lihat gambar
upx

download upx
http://upx.sourceforge.net/

May 27, 2007

Struktur dan keamanan Password di Windows 2000/XP

Filed under: tutorial

copy paste
Oleh : PusHm0v ( http://www.wiralodra.org/ )

Mungkin sudah banyak artikel lain yang membahas bagaimana mekanisme pengamanan password di Sistem operasi Windows 2000 atau XP. Artikel penulis ini akan memaparkan tentang penyimpanan, pengamanan dan recovery password di Windows 2000 atau XP.

Semua data tentang akun yang ada di Windows 2000/XP disimpan di registry, tepatnya di HKEY_LOCAL_MACHINE\SAM. SAM atau Security Account Manager adalah yang mengatur dan menyimpan semua keterangan akun yang ada di windows 2000/XP. Lalu dimanakah semua data tersebut secara fisik disimpan? (Karena Registry Editor hanya menampilkannya- saja), File SAM yang berada di %SystemRoot%\System32\Config adalah jawabannya. File ini tersedia untuk semua akun bahkan untuk non-Administrator. Tetapi File ini tidak dapat diakses atau dilihat begitu saja karena ada pengaruh dari registry itu sendiri. Untuk dapat mengaksesnya harus secara offline atau boot dari media lain.

Secara garis besar, windows 2000/XP tidak mengambil begitu saja password yang ada di file SAM. Karena password yang telah disimpan disitu berbentuk suatu checksum atau Hash. Checksum atau hash diciptakan oleh fungsi satu arah atau one-way function yang berarti fungsi tidak dapat dibalikkan karena rumitnya algoritma fungsi tersebut. Fungsi ini dibangkitkan oleh utiliti SYSKEY.

Hash dari password di file SAM disebut V-Block yang panjangnya 32 byte, 16 byte untuk NT Hash dan 16 byte sisanya untuk LM (LanMan) Hash. NT Hash digunakan untuk ototenkasi komputer lokal dan LM Hash digunakan untuk ototenkasi resource komputer lain.

* NT Hash
- Password dibentuk menjadi barisan *Unicode
- Hash dibangkitkan oleh algoritma *MD4
- Pembuatan variasi Hash di buat bedasarkan key, yaitu RID (user Identifier) untuk password akun yang sama. Algoritma yang digunakan adalah *DES.

* LM Hash
- Password diubah menjadi kapital dan ditambah byte null hingga mencapai panjang 14 byte.
- 14 byte password lalu dibagi menjadi 2, masing-masing 7 byte dan mengalami encode oleh DES dengan output 8 byte dan total 16 byte
- Pembuatan variasi Hash di buat bedasarkan key, yaitu RID (user Identifier) untuk password akun yang sama. Algoritma yang digunakan adalah *DES.

Seperti dikatakan diatas bahwa kita tidak dapat mengakses file SAM secara online, tetapi dapat mengambil data melalui 2 cara, yaitu :

PWDump, metode ini memungkinkan pengambilan secara “tidak langsung” karena program PWDump menghubungkan dirinya ke prosedur system di LSASS dan menggunakan ototenkasinya untuk mengambil Hash di registry atau di file SAM.
Scheduler, fitur scheduler mempunyai akses penuh terhadap sistem, bila kita mengatur agar scheduler untuk menyimpan registry ke sebuah file maka kita dapat membaca isi SAM di file tersbut.
Kedua Metode tersebut harus mutlak dijalankan sebagai Administrator. Bila tidak punya hak sebagai administrator, maka kita dapat menggunakan cara boot dari media lain seperti disket atau CD yang didalamnya sudah mempunyai fitur untuk mengcopy file SAM ke tempat lain atau membaca file SAM.

Berikut adalah contoh bagaimana hash dibangkitkan dari password akun :

Akun user AKUN_BARU mempunyai password dengan panjang 13 byte : password_baru
SYSKEY meng-encode password tersebut menjadi NT Hash dan LM Hash dengan key RID = 1001
misal : NT Hash : 707C1EE5C3AEA98E23F3C0801F0A0C61
LM Hash : Y54uR3OdTNheo
Bila akun user tersebut login, maka system akan membandingkan hash dari password yang diinput oleh user dengan kedua Hash tersebut. Bila sama maka ototenkasi sukses, bila tidak password dianggap salah.
Recovery password

Setelah mengetahui bagaimana password diubah menjadi Hash, maka kita dapat me-recovery password dari file SAM ataupun langsung dari registry. Ada 2 cara yg dapat digunakan, pertama melalui online dengan bantuan program seperti PWDump, LCP, Inside Pro, atau SAMInside. Kedua dengan cara offline dengan menggunakan disket boot seperti offline NT Password & Registry Editor, Passware Windows Key dan lain-lain.

Jika menggunakan cara online maka teknik yang biasanya digunakan adalah Dictionary Attack ataupun Brute Force. Hal ini dikarenakan Hash harus dicocokan dengan yang ada di file SAM. Teknik Brute Force akan memakan waktu yang lama apabila karakter dari password mengandung karakter khusus seperti @,!,#,$, dll dan panjang password lebih dari 14 karakter. Penulis menggunakan Offline NT Password & Registry Editor dari http://home.eunet.no/pnordahl/ntpasswd/. Tools ini memerlukan disket 1.44 MB yang sudah terformat.

How to use Offline NT Password & Registry Editor

Format disket anda
jalankan install.bat
Setelah itu disket anda akan terisi program-program yang akan diperlukan
Restart komputer anda dan boot dari dikset tsb
Tunggu sampai kernel linux load dan terdapat tulisan Step ONE
Step One

Pilih partisi windows anda, bila di partisi pertama maka pilih 1, partisi kedua pilih 2, dan seterusnya

Step Two

Pilih path config :
winnt35/system32/config - Windows NT 3.51
winnt/system32/config - Windows NT 4 and Windows 2000
windows/system32/config - Windows XP/2003, Windows 2000 upgraded dari Windows 98

Bila sudah benar path anda maka akan tampil :
what is the path to the registry directory? (relative to windows disk)
[windows/system32/config] :
-r——– 1 0 0 262144 Jan 12 18:01 SAM
-r——– 1 0 0 262144 Jan 12 18:01 SECURITY
-r——– 1 0 0 262144 Jan 12 18:01 default
-r——– 1 0 0 8912896 Jan 12 18:01 software
-r——– 1 0 0 2359296 Jan 12 18:01 system
dr-x—— 1 0 0 4096 Sep 8 11:37 systemprofile
-r——– 1 0 0 262144 Sep 8 11:53 userdiff

Select which part of registry to load, use predefined choices
or list the files with space as delimiter
1 - Password reset [sam system security]
2 - RecoveryConsole parameters [software]
q - quit - return to previous
[1] :

Pilih 1 disini
Step three

chntpw version 0.99.2 040105, (c) Petter N Hagen
[.. some file info here ..]

SAM policy limits:
Failed logins before lockout is: 0
Minimum password length : 0
Password history count : 0

<>========<> chntpw Main Interactive Menu <>========<>

Loaded hives:
1 - Edit user data and passwords
2 - Syskey status & change
3 - RecoveryConsole settings
- - -
9 - Registry editor, now with full write support!
q - Quit (you will be asked if there is something to save)

What to do? [1] ->

Pilih 1 disini karena kita akan mengedit password user

===== chntpw Edit User Info & Passwords ====
RID: 01f4, Username:
RID: 01f5, Username: , *disabled or locked*
RID: 03e8, Username: , *disabled or locked*
RID: 03eb, Username: , *disabled or locked*
RID: 03ea, Username: , *disabled or locked*

Select: ! - quit, . - list users, 0x - User with RID (hex)
or simply enter the username to change: [Administrator]
Pilih user yang akan diedit passwordnya

RID : 0500 [01f4]
Username: Administrator
fullname:
comment : Built-in account for administering the computer/domain
homedir :

Account bits: 0x0210 =
[ ] Disabled | [ ] Homedir req. | [ ] Passwd not req. |
[ ] Temp. duplicate | [X] Normal account | [ ] NMS account |
[ ] Domain trust ac | [ ] Wks trust act. | [ ] Srv trust act |
[X] Pwd don’t expir | [ ] Auto lockout | [ ] (unknown 0x08) |
[ ] (unknown 0x10) | [ ] (unknown 0x20) | [ ] (unknown 0x40) |

Failed login count: 0, while max tries is: 0
Total login count: 3

* = blank the password (This may work better than setting a new password!)
Enter nothing to leave it unchanged
Please enter new password:
* Masukkan password baru anda, password blank (kosong) dianjurkan

Please enter new password: *
Blanking password!

Do you really wish to change it? (y/n) [n] y
Changed!

Select: ! - quit, . - list users, 0x - User with RID (hex)
or simply enter the username to change: [Administrator]
* Pilih ! untuk keluar bila tidak ada lagi user yang akan diubah passwordnya

<>========<> chntpw Main Interactive Menu <>========<>

Loaded hives:
1 - Edit user data and passwords
2 - Syskey status & change
3 - RecoveryConsole settings
- - -
9 - Registry editor, now with full write support!
q - Quit (you will be asked if there is something to save)

What to do? [1] ->
* Pilih q untuk keluar

Step Four

# Name
0 - OK

=========================================================
. Step FOUR: Writing back changes
=========================================================

About to write file(s) back! Do it? [n] :
* Pilih y untuk mengubah file SAM kembali

Writing sam

NOTE: A disk fixup will now be done.. it may take some time
Mounting volume… OK
Processing of $MFT and $MFTMirr completed successfully.
NTFS volume version is 3.1.
Setting required flags on partition… OK
Going to empty the journal ($LogFile)… OK
NTFS partition /dev/ide/host0/bus0/target0/lun0/part1 was processed successfully.
NOTE: Windows will run a diskcheck (chkdsk) on next boot.
NOTE: this is to ensure disk intergity after the changes

***** EDIT COMPLETE *****

You can try again if it somehow failed, or you selected wrong
New run? [n] :
* Pilih n untuk keluar dan restart komputer anda

Shoutz :
All echo|staff, yogyafree|staff, The Killer Team
Myztx, vaganci, ^family_code^, TOMMY, adhietslank, ^rumput_kering^, Hartono, etc. #e-c-h-o, #yogyafree, #javahack, #koncek, #canda, #canda-ops @DAL.NET newbie_hacker@yahoogroups.com, yogyafree@yahoogroups.com IT_CENTER@yahoogroups.com, ProgrammerVB@yahoogroups.com virus_baru@yahoogroups.com VBbego.com, Virology.info, Vbtn.com IA01 dan 1IA07, Lab MaDas angk. 19/2004 @ Gunadarma University
Dan teman2 serta kerabat2 lain yang tidak bisa disebutkan satu-persatu.

Notes
Penulis TIDAK bertanggung jawab atas penggunaan maupun penyalahgunaan dari artikel ini.
Tujuan dibuat artikel HANYA untuk BAHAN PEMBELAJARAN saja.Semua nama, URL, domain, IP address, username, password dalam artikel ini disamarkan demi keamanan dan privasi.
Bila pembaca artikel ini menganggap artikel ini menyinggung perasaan, maka Penulis memohon maaf sebesar-besarnya.

May 23, 2007

Lupa Password windows xp

Filed under: tutorial

Anda lupa akan password dari akun Windows XP yang Anda miliki? Ada virus yang mengubah password dari akun Windows XP yang Anda miliki? Bila Anda sebelumnya telah membuat Password Reset Disk, hal ini tentunya tidak menjadi masalah. Cukup gunakan Password Reset Disk dan Anda bisa mengubah password yang ada sesuai keinginan. Berikut PCplus akan menunjukkan cara membuat Password Reset Disk.
Demi alasan keamanan, biasanya satu komputer yang digunakan oleh beberapa pengguna menggunakan setiap password yang berbeda untuk tiap penggunanya.
Pemberian password yang berbeda ini bertujuan untuk menyimpan profil dan pengaturan setiap akun, agar nantinya setiap pengguna yang terdaftar pada komputer tersebut memiliki tingkatan yang berbeda serta dapat menggunakan Windows XP sesuai dengan kehendaknya tanpa mengganggu pengaturan pengguna lain. Pada NTFS, folder dokumen juga dapat diatur agar hanya dapat dibuka oleh akun pemilik dokumen.
Tanpa password atau salah memasukkan password, pengguna tidak dapat masuk ke komputer tersebut. Oleh karena itu, sangatlah vital untuk selalu ingat akan password dari akun miliknya. Tapi, bisa saja password berubah karena ketidaksengajaan atau ulah virus.
Sebagai tindakan pencegahan, sebaiknya Anda membuat Password Reseter dengan utiliti bawaan Windows XP, yaitu Password Reset Disk.
Password Reset Disk ini nantinya berfungsi utntuk me-reset password yang telah ada dan menggantinya dengan password baru. Anda tinggal memasukkan password baru tersebut menggunakan akun bersangkutan.
Meskipun nantinya Anda mengubah password dari akun Anda beberapa kali, Anda hanya perlu membuat Password Reset Disk sekali. Password Reset Disk tersebut tentunya hanya dapat digunakan untuk akun bersangkutan saja. Password Reset Disk sebuah akun tidak dapat digunakan untuk akun lainnya.
Untuk membuat Password Reset Disk ini diperlukan sebuah floopy disk atau USB flash disk, untuk meletakkan file yang diperlukan. Bila yang digunakan USB flash disk, pasang terlebih dahulu USB flash disk tersebut agar dapat dideteksi dan dipilih pada pembuatan Password Reset Disk.
Langkah-langkah yang PCplus gunakan untuk membuat Password Reset Disk bisa Anda lihat berikut ini.
1. Pada Windows XP klik [Start] > [Control Panel] > [User Accounts].
2. Pada jendela [User Accounts] klik akun Anda. Sebelumnya pastikan pilihan [Use the Welcome Screen] sudah diaktifkan pada pilihan [Change the way users log on or off].
3. Klik pilihan [Prevent a forgotten password] yang ada di sebelah kiri di jendela yang muncul.
4. Berikutnya tekan tombol [Next] pada jendela [Welcome to the Forgotten Password Wizard].
5. Pada jendela [Create a Password Reset Disk] masukkan floopy disk atau USB flash disk pada PC. Pilih piranti yang ingin digunakan, lalu klik [Next].
6. Masukkan password dari akun Anda saat ini pada jendela yang muncul, lalu klik [Next].
7. Tunggulah hingga proses pembuatan Password Reset Disk selesai. Ikuti dengan menekan [Next].
8. Pada jendela [Completing the Forgotten Password Wizard], klik [Finish]. Keluarkan floopy disk atau cabut USB flash disk dari PC. Tutup juga jendela tersisa yang tidak ingin digunakan lagi.
9. Nantinya ketika diperlukan, pada [Welcome Screen] klik tanda panah berwarna hijau dan klik [use your password reset disk].
10.Pada jendela [Welcome to the Password Reset Wizard] klik [Next].
11.Masukkan Password Reset Disk yang telah Anda buat sebelumnya, floopy disk atau USB flash disk. Pilih piranti yang menjadi Password Reset Disk, lalu klik [Next].
12. Masukkan password baru yang Anda inginkan termasuk konfirmasinya. Setelah selesai klik [Next].
13. Tutup jendela yang muncul kemudian dengan menekan [Finish].
14. Masukkan password baru yang telah Anda buat tadi untuk masuk pada Windows XP.

Sumber : Berdasarkan tulisan saya yang dimuat di Tabloid PCplus edisi Tahun VII/09 - 22 Januari 2007/PCplus 274 - Halaman 34 - 35, Rubrik Tutorial.
http://annisk.blogspot.com/2007/02/jika-lupa-password-windows-xp.html

April 27, 2007

Menjahili teman dengan debugger

Filed under: tutorial

tutorial ini hanya untuk ngisengin teman, selanjutnya harus diberi tahu
agar sobat anda tidak nangis, ingat jangan digunakan merusak.

biasanya kita sering memakai,start>run dan menulis regedit
setelah itu tekan tombol enter, maka akan keluar registry, disini
kami akan membahas,bagaimana cara njahili komputer teman agar saat
mengeksekusi program registry tersebut, keluar foto kita.

sebetulnya tutorial ini sering dipakai virus untuk mengelabui user
namun topengdigital modifikasi,agar tidak berbahaya,meski hal ini
akan berbahaya jika anda tidak tahu cara menjinakkannya atau anda gunakan
ke teman yang tidak tahu caranya

langkah awal anda harus rubah foto anda menjadi exe,bisa anda cari di google image to exe
atau jika saya menggunakan visual basic atau jika tidak ingin pusing
kita debugger ke calc.exe yaitu perintah untuk membuka calculator.

jika kita sudah memiliki image ( saya asumsikan anda sudah bisa buat image ke exe )
langkahnya

start > Run > regedit enter

HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options

jika sudah ketemu klik kanan pada ‘Image File Execution Options’,klik >new > key
tulis dengan nama regedit.exe, jika sudah jadi tambah key, string value rename menjadi
debugger pada debugger klik 2 X ketik hallo ( jika gambar yang anda buat bernama hallo )
ingat file hallo.exe tadi harus di simpan di drive c:\windows\system32\hallo.exe
(sebab tak coba pakai file txt,maupun jpg, tidak bisa) ato lihat gambar
debugger
jika tidak punya persiapan gambar anda tinggal merubah hallo menjadi calc atau calc.exe
sama saja untuk memastikan tutorial ini bisa berjalan coba check start>run> regedit
apa yang akan tampil

antivirus

bagaimana cara melenyapkannya agar kembali seperti semula

copy dan paste ke notepad script ini,simpan dengan nama topengdigital.inf dan klik kanan, install

———————————————–copy here——————————————–

[Version]
Signature=”$Chicago$”
Provider=topengdigital

[DefaultInstall]
DelReg=del

[del]
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\regedit.exe

———————————————–copy here——————————————-

salam,
topengdigital.blogsome.com

April 25, 2007

kill proses menggunakan vbs script

Filed under: tutorial

biasanya anda menghentikan/stop program menggunakan ctrl + alt + del, cara itu juga bisa digunakan menggunakan script vbs . misalkan kita mau mematikan program yang berjalan itu calculator jika kita lihat di task manager ( menggunakan ctrl + alt + del ) program tersebut adalah calc.exe ,maka cara mengentikannya menggunakan vbs sebagai berikut :

‘ ProcessKillLocal.vbs
‘ Sample VBScript to kill a program
‘ modified by topengdigital
‘ Version 1.0 - 25 april 2007
‘ ———————— ——————————-’
Option Explicit
Dim objWMIService, objProcess, colProcess
Dim strComputer, strProcessKill
strComputer = “.”
strProcessKill = “‘calc.exe’”

Set objWMIService = GetObject(”winmgmts:” _
& “{impersonationLevel=impersonate}!\\” _
& strComputer & “\root\cimv2″)

Set colProcess = objWMIService.ExecQuery _
(”Select * from Win32_Process Where Name = ” & strProcessKill )
For Each objProcess in colProcess
objProcess.Terminate()
Next
WSCript.Echo “Program sudah dimatikan ” & strProcessKill _
& ” by : topengdigital” & strComputer
WScript.Quit
‘ End

atau anda juga bisa menggunakan script dibawa ini

Option Explicit
‘On Error Resume Next
Dim objWMIService, objProcess, colProcess
Dim strComputer, strProcessKill
Dim WshShell, ProcID
strComputer = “.”
strProcessKill = “‘calc.exe’”
Set WshShell = WScript.CreateObject(”WScript.Shell”)
Set objWMIService = GetObject(”winmgmts:” & “{impersonationLevel=impersonate}!\\” & strComputer & “\root\cimv2″)
Set colProcess = objWMIService.ExecQuery(”Select * from Win32_Process Where Name = ” & strProcessKill)
If colProcess.Count = 0 Then
WshShell.LogEvent 2, “WARNING: Process ” & strProcessKill & ” hasn’t been found in the list of running processes at ” & Time() & ” on ” & Date()
Else
For Each objProcess in colProcess
ProcID = objprocess.Processid
objProcess.Terminate()
If Err.Number = 0 Then
WshShell.LogEvent 0, “SUCCESS: Process ” & strProcessKill & ” with PID= ” & ProcID &” process has been killed at ” & Time() & ” on ” & Date()
Else
WshShell.LogEvent 1, “FAILURE: Failed to Kill process ” & strProcessKill & Time() & ” on ” & Date()
End If
Next
End If
WScript.Quit

jika anda ingin mematikan lain program anda bisa mengganti calc.exe dengan nama program
yang akan anda hapus dan jangan lupa copy vbs script tersebut ke notepad dan simpan dengan
nama terserah anda yang wajib menggunakan extention vbs.

topengdigital.blogsome.com






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer